Umi lagi datang menyambangi, tapi saya malah sibuk masuk kelas, belajar, dan jadi sukarelawan. Aduh, sejenis patah hati.
Kalau jadwal lagi penuh, buru-buru, tertekan, bikin saya kurang bisa kontrol nada suara atau rasa gregetan.
Jadi ngga bisa urus-urus kebutuhan Umi juga. Umi masak sendiri, cuci piring, dan merapikan kamar saya. Aduuh. Mungkin ini sejenis durhaka.
Komentar
Posting Komentar