Obat Hati (bukan lagu)
Aku mengobati lukaku dengan puisi-puisi manis karya pujangga. Aku membaca, tersenyum, dan tersipu. Berandai-andai bahwa tulisan-tulisan itu dituju untukku. Bahwa ada satu orang dalam takdir hidup yang sudah digariskan ini, mencintaiku sehebat itu. Tidak mesti kamu. Siapapun itu, aku akan mencintainya kembali sehebat mampuku, dan bersyukur karenanya.
Komentar
Posting Komentar