Pulang Kampung
Betapapun melelahkannya, kita sungguh-sungguh telah dilarang Tuhan membenci hidup ini.
Tidak pun diperbolehkan untuk meletakkan dalam hati untuk dikagumi.
Hanyalah sah bagi aku dan kamu mencintai hidup ini sebagai ianya adalah satu-satunya setapak yang mengantarkan kita kepada negeri akhirat sana.
Hanyalah legal bagi kita berdua untuk hidup-menghidupinya semata bahwa hanya dengannya lah kita akan bisa pulang ke surga, tanah kampung halaman.
Maka kumpulkan bekal yang sesuai dengan sifat kampung kita.
Buatlah surga ketika memandang anaknya, indranya mampu langsung mengenali.
Sebab nihilnya diri dari barang-barang panas, menjaga berkas tanda surgawi kita bersinar.
Fitrah yang telah Ibu Pertiwi titipkan agar dalam pengembaraan, kita selalu bisa pulang.
Komentar
Posting Komentar