Kritik Baik

Hari ini aku sadar, kritik selalu berdatangan bukan karena manusia julid selalu punya alasan untuk mengkritik. Tapi kita sebagai manusia biasa akan selalu punya kesalahan yang bisa dikritisi oleh sesiapa.

Aku merasa, sepertinya dalam diri ini sengaja diciptakan celah-celah terbuka yang segelnya tidak akan 'klik' kecuali dengan kritik. Jika celah itu dibiarkan, seluruh tata ruang malah bisa hancur berantakan. Boleh jadi karena kesombongan, atau karena kecacatan yang terlambat disadari sebab letaknya yang tak mampu dijangkau pribadi. Layaknya telinga yang tak mampu ditengok mata.

Karena itu dalam pesan Nabi, dikatakan bahwa kritik adalah agama itu sendiri. Setiap muslim memiliki hak dan kewajiban untuk mengkritisi atau dikritisi. Tentunya dengan sebaik-baik tutur bibir. Baik tidak mesti berarti lembut. Baik berarti pas. Pas porsi penyampaiannya, pas intonasinya, pas tempat dan waktunya, pas pemilihan bahasanya, pas bahasannya, dst.

Tapi ketentuan ini jangan sampai mengekang lisan baikmu dari beramal. Jangan tunggu sempurna baru mau mengajak. Percayalah, usiamu tak akan cukup memberi waktu. Sampaikan kebaikan dengan berani. Berani salah, berani bertanggung jawab, dan berani ditolak. Toh meski manusia adalah makhluk yang berkekurangan, dia selalu punya kekuatan untuk berubah dan berkembang dari kesalahan. 

Karenanya, demi kekurangan lahiriah setiap insan ini, semoga kita pun bisa membuka hati selebar-lebarnya pada dunia. Agar jika datang yang tajam, tak sampai melukai dinding-dinding iman. Supaya tetap tenang jika ego tercungkil oleh tangan jahil ataupun jail. 

Semoga kita bisa menerima semua sebagai bentuk cinta dan perhatian. Kalau bukan dari penyampai kritik, sudah pasti dari Dia yang menyayangi dengan banyak cara dan perantara. 

Semoga kita bisa menerima dan mencerna dengan dada lapang dan akal terang. Kalaupun kritiknya dirasa tak valid ucap "alhamdulillah". Kalau benar, berterima kasih dan berintrospeksilah. 

Seburuk apapun cara pesan cinta itu sampai atau mungkin juga bungkusnya, semoga kita bisa tetap fokus pada esensi pesannya dan tidak malah terkecoh dengan kurirnya. 

Lalu dengan diri yang selalu terbuka untuk perbaikan seperti ini lah kita bisa menjadi sebenar-benar wakil Allah di muka bumi. Make a better place for you and for me.

Komentar