Mungkin aku hanya harus menerima diriku se-apa-adanya aku dan berhenti berusaha keras mengubahnya.
Terima dulu dirimu. Terima kalau emang kamu punya kekurangan-kekurangan yang kamu sendiri ngga suka. Kamu ngga sempurna. Kamu ngga ideal kayak proyeksi manusia di pikiranmu. Kamu belum sesuai dengan yang Allah mau. Tapi Allah ciptain kamu kayak gitu. Biar apa? Biar kamu terus minta tolong dan ngerengek sama Allah. Gimana sih?!
Terima dulu jelek-jeleknya dirimu. Ngga papa lho punya cacat-cacat di kepribadianmu. Asal, kamu selalu mencoba untuk tidak mengikuti itu. Terima kalau itu ada dalam dirimu. Bagian dari penciptaanmu. Udah? Udah diterima? Nah, itu memang dirimu, tapi ngga mesti semuanya diturutin kan? Bisa diabaikan kan? Itulah setan yang mengalir dalam darahmu.
Jadi, jika faktanya setan adalah bagian dari dirimu, apa kamu akan terima itu? Iya dong, diterima. Setelah kamu dengarkan permintaannya, keluhannya, trus gimana? Keputusanmu apa? Kamu bisa pilih ikuti atau abaikan. Ikuti hati nuranimu ya. Sering-sering tanya pendapat ke dia. Jangan cuma tanya akal terus. Supaya nuranimu lebih sensitif, lebih halus, untuk bisa menerima cahaya-cahayaNya.
Komentar
Posting Komentar