Rejection(s)
"Aku makan di atas sambil belajar."
"Ngga, ngga usah, aku ngga suka coba makanan baru."
"Makasih, tapi ngga."
"Aku ngga boleh terima itu kata ayahku."
"√ Dibaca," tanpa ada pesan masuk setelahnya.
"Maaf ya, aku ngga nyaman kayak gitu."
"Aku lagi sibuk akhir-akhir ini."
"Nah, I'm okay, I'm good."
"Ngga, aku belajar di rumah aja, see you."
"Aku ngga bisa, gimana kalau siang?"
"Nanti malem aja ya." Tapi ternyata ngga juga.
One more rejection,
and I will tear this world apart.
Untungnya, bumi masih berputar.
Untungnya, ada Allah yang selalu menghangatkan aku yang menggigil di depan angin dingin penolakan demi penolakan.
Baiklah, mari kita bentangkan jarak yang cukup, jari-jemari ini sudah lama mengkerut, mari memupus harapan tentang manusia sampai kuncup.
Niat baik kan sudah tercatat pahalanya meski gayung tidak bersambut.
Cukup Allah bagi kita semua, tiada insan yang mesti diharap dan dielu.

Komentar
Posting Komentar