Patahan Sesak
Bulan setengah lingkaran terapung-apung
Timbul tenggelam digulung gelap malam
Malam ketujuh lebaran cepat sekali sambang
Terbaring mengatur nafas di emperan rumah sanak
Tersipu diintip oleh sepotong candra di sebalik awan
Mengingatkan hati, tentang salam yang menanti disampaikan
Sebab, persis seperti tatapan menelisik yang malu-malu
Kisah ini disitar banyak kelambu
Dedaunan kampung berkelebat rapat
Hitam pekat jalanan mengimbangi jantung bekerja berat
Menengadah satu nyawa, menimbang sekarung simpati dengan secuil logika
Apakah pantas jika menitip pada patahan cahaya?
Sebab memori sudah banyak mengajar
Sesak ini teramat tajam
Bahkan jika sarung tersingkap barang segores
Tertanggal semua sekap rasa yang berlapis-lapis
Tapi mungkin satu sayatan manis tidak akan berbahaya
Menelusupkan satu paket ringan berisi kabar seseorang
Toh, manusia itu tak akan paham
Hatinya terlalu jauh untuk digapai selengkung bulan malam
Komentar
Posting Komentar