Menawar Pahit Dunia
Dunia nyata terasa manis dan pahitnya. Memori manis tak terikat kuat karena lemahnya ikatan syukur yang kupunya. Karena itu, setiap kali pahit tergigit, dunia khayal terasa menggiurkan untuk jadi pelarian. Novel, lagu, dan mungkin laki-laki dalam layar kaca, menerbangkanku ke awang-awang negeri bayangan hingga lupa daratan.
Tapi aku mencoba untuk mendidik diriku agar tak pendek mengambil keputusan, agar tak hanya melihat yang dekat-dekat, agar tak mencari penghiburan yang instan.
Bayangkan surga, Saudah. Tiap kali kamu merasa kesakitan, merasa terlalu sedih untuk kembali berjalan, merasa berat dan ngos-ngosan, bayangkan surga-Nya.
Bayangkan dirimu melihat Wajah-Nya. Bayangkan surga yang tanpa penat dan lelah. Bayangkan kehidupan yang semanis madu dan setenang hawa pagi.
Bayangkan. Semua keindahan itu hanya akan tergapai jika kamu terus berjalan, terus percaya, terus belajar, terus menerima, dan terus berjuang.
Kalau kamu menyerah sekarang, keindahan yang kamu dapat hanyalah semu, sementara kamu melepaskan yang hakiki dari genggaman.
Saudah, kamu pasti ingat tentang seleramu memilih barang-barang kebutuhan. Bagimu, pantang membeli barang KW. Bagimu, lebih baik beli yang sederhana namun orisinal dari yang terlihat mahal namun palsu dan meniru. Itu hanya tentang dunia dan kamu keras kepala. Kali ini akhirat, masa kamu rela dengan yang palsu-palsu saja?
Ayo, semangat! Memang butuh usaha untuk membuktikan wujudnya iman yang kamu akui ada di dada. Tunjukkan kalau dunia begitu kamu seriusi, akhirat lebih berlipat-lipat seriusnya. Biarkan dirimu, Allah, Rasul, dan para mukminin tau bahwa dunia tak bertahta pada hatimu, bahwa seriusmu tentang duniamu adalah bagian dari titian akhiratmu.
Semangat ya sayang, hanya sebentar kok di sini :)
small note:
mari menimang jiwa dengan surga, merayu khawatir dengan janji indah-Nya, menggoda kesedihan dengan kebahagiaan melihat wajah-Nya.
dari aku yang sedang me-nengneng bayi dalam diriku, bayi yang haus akan ASI dunia.

aaaaaaaaaaaaaawwwwwwww
BalasHapusAww, ada suhu, tabik!
HapusMaasyaAllah izin share
BalasHapusAhlan :)
HapusMasyaAllah, barakallah, indah sekali untaian katanya 🥲
BalasHapusAamiin, wa fiiki wa ahliki baarakallah. Nitip doa di setiap sholatnya qaqaa 😌
Hapus