Mantra Penyair
Para Penyair, temanku,
sangat pandai dalam memoles peristiwa,
kami pandai mendramatisir bahagia, apalagi sengsara,
Karena dalam syair, teman,
air mata mampu menjelma darah nestapa,
setitik luka bisa jadi sebelanga,
sepetik gembira cukup untuk membangun taman penuh bunga,
Di atas kertas,
semua bisa jadi apa saja,
tinta tunduk setia pada titah Tuannya,
Bahkan terkadang,
Para Penyair bisa sangat terpengaruh oleh dramatisasi yang dia khayal sendiri,
dukanya semakin menjadi, sukanya berubah jadi adiksi,
Maka temanku,
berhati-hatilah saat membaca kertas mantra Para Penyair,
yang datang dengan mawar merah, atau bahkan tangis basah,
terjemahkan setiap hurufnya dengan mau-Nya, bukan mau-mu,
Sekian dari temanmu, semoga kamu selalu dibimbing oleh-Nya.
Seriously kereen
BalasHapusSiapa nih kamuu? XD
BalasHapus