Keluh Kesah

dimohon nih teman-teman semua, jangan jadikan "pujian" sebagai basa-basi, candaan berlebihan, ataupun kebiasaan lidah, jangan sedikit-sedikit "apa nih, guru besar nih", "wah, wah, segan kita, kita mah apa atuh", apalagi kalau ditambah merendahkan diri seperti itu, harusnya yang seperti itu bukan lagi ditabur pasir di wajah seperti yang pernah dilakukan Umar, tapi sekalian cuci muka dan maskeran pakai pasir, 

kalau mau memuji, secukupnya, dan diungkapkan dengan tulus dan benar-benar, bagus lagi kalau pujiannya dalam bentuk doa saja, kasihanilah kami, kaum-kaum yang sebenarnya penuh dosa namun Allah tutupi dari mata teman-teman semua, kami kaum-kaum yang sebenarnya ngga melakukan apa-apa kecuali dengan izin Allah semata sama seperti siapapun di dunia, kami ini teman-teman, masih manusia, manusia teman-teman semua, hatinya tidaklah terpaku selalu pada ta'at tanpa sedikitpun maksiat, kasihanilah kami, susah payah agar tetap bisa berjalan sebagai khalifatul ardh yang mengajak pada Sang Khalik sambil terus menahan hati agar tak bergeser dari niat awal, 

jalan kami sudah penuh duri, tolong jangan tambahkan lagi dengan pujian-pujian basa-basi, belum lagi, jiwa, raga, kehidupan, dan nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada kami sangatlah rentan terhadap penyakit 'ain (semoga Allah jaga kita semua), marilah saling menjaga sesama saudara, tidak hanya raga tapi juga jiwanya, kalau terkagum, biasakanlah untuk berbisik  "baarakallahu fiik", "fatahallahu 'alaik", "nafa'allahu bik", dan banyak doa-doa lainnya, kalau dirasa memang sangat kagum, terkadang boleh disuarakan tapi sewajarnya, untuk membahagiakan saudara, untuk menghargai usaha, 

semoga kita bisa terus belajar, karena pujian seadanya adalah untuk membahagiakan, bukan membebani atau malah merugikan, baarakallahu fiikum.

Komentar

  1. Semoga bisa terus menulis reminder spt inj. Pemgingat untuk kita semua. Barokallah

    BalasHapus
    Balasan
    1. uwah, amah kok main kesiniii, saya jadi malu.. jazakillah khoiron amah doanya :)

      Hapus

Posting Komentar