Untuk Aku dan Teman Seperjuangan

Memang lelah kalau membantu orang semata agar dia mencintai kita, karena sering terjadi, yang banyak memberi malah yang paling tidak dihargai. 

Selalu ingat untuk menyisipkan Nama-Nya pada harapan-harapanmu, mengkait-kaitkan antara Dia dan tujuan-tujuanmu. Agar tak lagi semata agar dia cinta, tapi agar dilihat oleh-Nya usaha kita dalam menjaga hubungan antar sesama, tapi agar dihitung oleh-Nya langkah kita merayu dia untuk berjalan bersama menuju surga, tapi agar dia cinta dan menjadi jalan bertahannya dia pada agama.

Kalau toh Allah tak takdirkan baginya untuk mencintaimu, kalau toh Allah tak hadirkan karunia cinta itu kepadanya, kau tak perlu tersedu-sedan karena kecewa, merasa sia-sia dan tak berharga.
 
Harapanmu pada Allah jelas lebih besar kan? Dia yang akan menambal lubang-lubang itu tanpa sempat kau raba kosongnya. Karena di sisi-Nya tak ada satupun yang sia-sia, pasti akan terbalas suatu ketika, dari sepuluh kali lipat sampai tujuh ratuspun bisa. Pun, bagi-Nya, kau sangat berharga, semua usahamu adalah reinkarnasi dari betapa mulia kau di sisi-Nya, karena Dia selalu menilai seorang hamba melalui usahanya.

Begitu sayang, jadi jangan lagi bersedih ya. Mungkin kamu hanya perlu belajar, dan berjalan lagi dengan niat yang lebih tertata.

Komentar