Windu

Aneh. 

Aku mengenali tatapanmu walau sekali temu. 

Membawaku pada sebuah bangunan berpagar biru, dengan musholla hijau, dan pohon keres depan rumahmu.

Ha, mau kembali seperti dulu? 

Silahkan saja. Tapi terus terang aku tidak bisa. Aku tidak bisa kembali pada kenangan lama yang tak kusuka. 

Pun, rasaku ternyata sudah berbeda. 

Dulu aku takut. Sekarang aku malah paham. Bahwa memang, beginilah seharusnya kita.

Kita sudah sewindu, tapi tidak saling rindu.

Komentar