Sudah Pagi
Sudah sepagi ini, mentarimu masih lelap diselimuti abu.
Malu? Atau memang salamku yang tak pantas bersanding dengan lesungmu?
Sudah sepagi ini, sinarmu terlipat rapi di sisi-sisi tersembunyi.
Tanpa pernah sadar bahwa awanku lenyap, bintangku berserakan, dan separuh bulanku hilang karena kamu.
Kemana akan kau bawa malamku? Kau bakar hingga lenyap? Atau.. Dibiarkan dingin tanpa dekap? Bagaimana rencanamu?
Yah, jika kau pun sama bingungnya, maka kembalikan saja langit malam itu, kupikir rembulanku lebih cakap menjaga rindu.
Mari, tak usah sungkan atau ragu. Karena kembaliku pada malam jauh lebih damai dari bias abu kelabu antara gelapku dan pagimu.
Bersegeralah, sebelum uap nafasku mengembun dan menetes deras bersama gemuruh yang bisu.
Komentar
Posting Komentar