:
Hanya merasa dibanding-bandingkan bukan berarti memang sedang membandingkan. Dia hanya sedang memberikan sedikit contoh baik agar kamu bisa mengikutinya. Akhlaq yang baik, prestasi yang baik, itu tidak lantas membuatmu jadi pribadi yang bukan dirimu sendiri.
Apa yang kamu rasakan ketika ada yang bercerita tentang kecerdasan Ibnu Abbas RA atau keberanian Umar RA dalam menegakkan keadilan, lalu memintamu berbuat yang sama? Apa kau sedang dibandingkan dengan mereka? Lalu sekarang lihat kilas kejadian yang lain. Seorang teman sukses dengan mimpi-mimpinya, tentu setelah banyak kerja keras yang nyata. Lalu kau diminta untuk melakukan yang sama. Apa tanggapanmu? Sebal karena dibanding-bandingkan?
Sungguh, bukan kita tak mengingankanmu dan malah mengharapkan selainmu. Kau baik dan kami sangat menyayangimu. Tapi sayang bukan hanya tentang menerima segala kekurangan kan? Sayang juga tentang meng-upgrade kebaikan meski masih banyak yang kurang. Dan salah satu caranya adalah dengan memberi contoh.
Karena dalam islam kita diperintahkan untuk selalu mencontoh. Manusia sempurna Muhammad SAW adalah
panutan seluruh manusia, lalu menyusul dibawahnya para sahabat yang telah disabda bahwa mereka adalah umat terbaik sepanjang masa, lalu ulama-ulama terdahulu juga yang baru, setelahnya, membias pada akhlaq-akhlaq baik yang tersebar di sekeliling kita, tersemat pada banyak jiwa, orang tua, guru, adek dan kakak, teman, bahkan musuh.
Menjadikan kebaikan-kebaikan mereka sebagai contoh sungguh bukanlah berarti
Apa yang kamu rasakan ketika ada yang bercerita tentang kecerdasan Ibnu Abbas RA atau keberanian Umar RA dalam menegakkan keadilan, lalu memintamu berbuat yang sama? Apa kau sedang dibandingkan dengan mereka? Lalu sekarang lihat kilas kejadian yang lain. Seorang teman sukses dengan mimpi-mimpinya, tentu setelah banyak kerja keras yang nyata. Lalu kau diminta untuk melakukan yang sama. Apa tanggapanmu? Sebal karena dibanding-bandingkan?
Sungguh, bukan kita tak mengingankanmu dan malah mengharapkan selainmu. Kau baik dan kami sangat menyayangimu. Tapi sayang bukan hanya tentang menerima segala kekurangan kan? Sayang juga tentang meng-upgrade kebaikan meski masih banyak yang kurang. Dan salah satu caranya adalah dengan memberi contoh.
Karena dalam islam kita diperintahkan untuk selalu mencontoh. Manusia sempurna Muhammad SAW adalah
panutan seluruh manusia, lalu menyusul dibawahnya para sahabat yang telah disabda bahwa mereka adalah umat terbaik sepanjang masa, lalu ulama-ulama terdahulu juga yang baru, setelahnya, membias pada akhlaq-akhlaq baik yang tersebar di sekeliling kita, tersemat pada banyak jiwa, orang tua, guru, adek dan kakak, teman, bahkan musuh.
Menjadikan kebaikan-kebaikan mereka sebagai contoh sungguh bukanlah berarti
membanding-bandingkan, tetapi sebuah usaha untuk perbaikan.
Komentar
Posting Komentar