Awan Abu-abu

Dari seluruh danau yang ku susuri tepiannya
Lelahku hanya melirih pada hangatnya palungmu
Tanpa pernah diduga apalagi diramal oleh cuaca

Semua detik yang ku genggam selama ini, meluruh berkelindan dengan nadi
Menghujam gunung-gunung batu, lalu menganak sungaiku melebur pada bening bijaksanamu

Petir menyambar, mendungku deras menusuk dan menampar
Kau balas dengan riak rindu yang menghampar
Ah, ah, sejuk mengaliri kerongkongan
Dan hidungku malah tercekat-cekat menyengaukan

Kau salami lirihku, kau tangkup getar emosiku
Lalu bisikmu, "padamlah degup-degup prasangka, surutlah aliran-aliran luka, letakkan kecewa-kecewa yang sudah lama mengangkasa"
Sungguh, terima kasih telah bersama

Komentar

Posting Komentar