Awan Abu-abu
Dari seluruh danau yang ku susuri tepiannya
Lelahku hanya melirih pada hangatnya palungmu
Tanpa pernah diduga apalagi diramal oleh cuaca
Semua detik yang ku genggam selama ini, meluruh berkelindan dengan nadi
Menghujam gunung-gunung batu, lalu menganak sungaiku melebur pada bening bijaksanamu
Petir menyambar, mendungku deras menusuk dan menampar
Kau balas dengan riak rindu yang menghampar
Ah, ah, sejuk mengaliri kerongkongan
Dan hidungku malah tercekat-cekat menyengaukan
Kau salami lirihku, kau tangkup getar emosiku
Lalu bisikmu, "padamlah degup-degup prasangka, surutlah aliran-aliran luka, letakkan kecewa-kecewa yang sudah lama mengangkasa"
Sungguh, terima kasih telah bersama
Apa apaan ini :"
BalasHapusTerusin yaa
Aku fans nomer 1
Ngga tau lah mau jawab apa :v
HapusLah, itu yg atas aku bukan yg komen? Kok ngakak🤣
HapusGaje
Hapus