Kau, Bintang, dan Malam

Layaknya bintang yang benci pada lampu-lampu jalanan
Kau selalu bersembunyi dari apa yang kau benci, menghilang dalam dekap awan
Lalu lewat belakang, kau bisiki dia dengan ancaman
Agar mau merentangkan lengan-lengan petirnya
Agar mau menghujankan tangisnya
Membutakan jalan, stasiun, dan pelabuhan
Agar kau benderang


Layaknya malam yang enggan bertemu siang
Kegelapanmu selalu menolak setiap janji temu dengan cahaya
Menyelinap lewat pintu darurat, tanpa salam apalagi jabat tangan
Terlalu takut menjemput takdir baru
Takut terbunuh, lalu menghilang, terlupakan seakan tak pernah ada

Padahal, siapa tahu?
Mungkin jika kau menyambut cahaya dengan baik, kau dan dia akan bersatu
Menciptakan senja terhangat yang dilukis dengan tepat oleh para penikmat
Dikenang dengan amat istimewa

Atau, jika kau lebih bernyali
Temuilah ia, ajak dia bercengkrama
Dan semesta akan menyaksikan terbitnya fajar paling membahana
Menaungi langkah-langkah kaki yang menuju surgaNya sambil berdoa "Jadikan dalam hatiku,
cahaya"


أن النبي – صلى الله عليه وسلم – كان يقول: ((اللهم اجعل في قلبي نوراً، وفي لساني نوراً، وفي بصري نوراً، وفي سمعي نوراً، وعن يميني نوراً، وعن يساري نوراً، ومن فوقي نوراً، ومن تحتي نوراً، ومن أمامي نوراً، ومن خلفي نوراً، واجعل لي في نفسي نوراً، وأعظم لي نوراً)) 

Komentar