Lihat, manipulasi janjiku

Setelah janji yang kutanam kuat-kuat waktu itu, aku harus mengintip kabarmu lewat celah-celah rumit pemikiranmu.
Aksara-aksara yang kau ulas pada tiap lamanmu, memabukkanku. Menjadi candu yang kucari pada tiap tikung waktu. 
Sembunyi-sembunyi sambil mengeratkan genggaman pada setiap pasal dan ayat dari janjiku. Sembari mataku meraba hela-hela nafasmu. Mencoba menerka darinya rona jantungmu. Bahagia? Sedih? Sehat? Sakit? Apa saja tentang dirimu aku ingin tau.
Meski kuakui, untuk menemui sapuan aksaramu sabarku harus lebih panjang dari waktu, lebih matang dari merah senja yang melalap langit biru. Tapi demi rindu, semua kubayar meski beribu-ribu.

Komentar