Apakah ada alasan khusus kenapa akhir-akhir ini setiap kali di tempat umum, aku lebih suka duduk di tempat sempit, terpencil, sambil merapatkan tubuh? 

Tapi kalau sedang di kamar, pikiran bahwa pojokan adalah ruang yang nyaman untuk diduduki tidak pernah hadir. 

Entah apakah sebegitu anehnya, tapi aku bahkan pernah dikira "anak istimewa" karena berjongkok di tanah halaman sambil memainkan rumput. Waktu itu aku sedang kesepian dan tidak punya teman, dan yang selalu terpikirkan di saat-saat begitu adalah berinteraksi dengan alam entah dalam bentuk apapun. 

Aku bahkan pernah —yang kali ini aku akui memang sedikit aneh bagi yang tidak paham konsep dan latar belakangnya— duduk di pinggir selokan hanya karena —bukan hanya sih bagiku, tapi ini bagian dari seni membesar-besarkan sesuatu— pinggirannya adalah tanah selebar satu langkah berselimut rumput yang tebal, rapat, dan pendek-pendek. Empuk sekali seperti permadani. Cita-citaku adalah memiliki rumah dengan halaman belakang dan depan yang luas, berhampar rumput empuk yang nyaman diduduki atau diinjak dengan kaki telanjang. 

Komentar