Dark Alley
Rindu berkeliaran di mana-mana.
Menetes darah namun, mengalir senyap.
Asalkan masih hidup, orang berlalu saja.
Rindu berserakan di mana-mana.
Tak ada yang mau memunguti, sebab memulangkannya akan menghabiskan banyak energi.
Rindu mengambang di selokan-selokan air.
Tiada berharga.
Asal tidak menyumbat sumber kehidupan, semua tutup mata.
Rindu menjuntai di tali jemuran, tirai-tirai, dan kanopi rumah.
Hiasan satu momen yang terlupa untuk dilepas.
Semua mata hanya sudah terlalu terbiasa.
Nanti, nanti.
Jika sudah tipis nafas kehidupan, baru semua akan kebingungan.
Jika sudah menggunung, dan berbau memuakkan baru semua mau memutuskan.
Jika kehidupan sudah surut, baru semua ikut turut.
Jika momen kembali datang, spontan saja rindu ikut terbaharui, tanpa arti.

Komentar
Posting Komentar