Hampir Putus
| pinterest.com |
Dan pada malam yang bergentayangan
Pada lelap yang tak kunjung sambang
Aku bertanya-tanya, mengapa sulit sekali menjaga rasa
Dari berkhianat kepada Tuannya
Ia bersyukur lalu merutuk
Dia menceraikan janji lalu merujuk
Hatinya meluas lalu menjadi padat
Jarinya sering mengepal lalu kadang terhampar
Terombang-ambing antara hitam dan putih, putih dan hitam
Saking seringnya hingga teraduk-aduk menjadi corak baru
Mengeruh seperti abu, abu-abu muda, abu-abu tua, dengan segala tingkat warna
Setia menjadi kesulitan hidup yang lestari
Kebaikan diusahakan untuk menjadi pasti
Tapi nyatanya sulit sekali konsisten pada diri
Padahal satu-satunya hasrat, adalah untuk menjejak mantap di atas keyakinan hati
Putih berseri
Sesudahnya, tiada lagi hidup bertuju selain untuk menjadi yang Dia damba
Tapi perjalanannya membuatku terus bergesekan dengan tali asa
Hampir-hampir putus, meski senantiasa kusulam kembali jeratnya tiap aku dapat kuasa
Sungguh, adakah akhir bagiku untuk berusaha?
Lantas tiba-tiba aku Kau peluk di dalam surga
Seperti janjiMu, semoga aku pantas jadi kesayangan Pencipta Kau terima.
Komentar
Posting Komentar