Hubungan Tanpa Pilihan
karena keluarga adalah karunia,
mereka yang ada sebelum diminta,
mereka yang hadirnya unconditionally,
mereka yang mengemban kewajiban cinta kepada kita,
dan tak akan berubah,
tak peduli apa mau hatinya, benci kah, lelah kah, bahkan muak sekalipun, cinta tetap tegak pada pundaknya,
bahkan jika mereka memilih menyerah pada kita dan melepaskan cinta dari pundaknya,
percayalah, tak akan ada yang mereka dapat selain nestapa,
mereka adalah yang mencintai kita tanpa pilihan,
selalu meluas-luaskan hati meski selalu penuh terisi oleh pertengkaran-pertengkaran,
merendah-rendahkan gengsi walau sering tercabik-cabik oleh darah sendiri,
dengan nikmat inilah,
lantas kewajiban syukur jadi tertancap pada pundak kita,
menerima kekurangan mereka dalam sayangnya pada kita,
memahami kesalahan-kesalahannya dalam perhatiannya untuk kita,
menghargai waktu dan upayanya yang telah dihibahkan tanpa imbalan,
meski sering pincang, meski masih banyak lubang,
karena itu, keluarga adalah hubungan yang paling wajib diperjuangkan,
harus, tanpa pilihan,
meski putus berkali-kali,
tetap kita sambungkan,
meski terjatuh berulang kali,
tak ada bosan untuk mengobati,
meski patah lagi dan lagi,
tak ada lelah untuk memperbaiki,
tak peduli mata bercucuran darah,
tak peduli hati tercabik penuh merah,
asal tetap berjalan dan lanjutkan,
demi siapa sebenarnya? sudah pasti demi Allah dan hak-Nya, barang tentu demi meraih bahagia dalam surga "zumaron, zumaro".
saya rangkai diksi-diksi ini dalam rangka refleksi ikatan saya dan adek-adek, sebagai bentuk release yang saya butuhkan agar tak meledak berhamburan, karena setiap emosi wajib dikeluarkan namun dengan cara yang elegan, karena balasannya teramat besar, cinta Sang Khalik yang kepada-Nya rahim akan mengadu jika diputuskan.((والكظمين الغيظ والعافين عن الناس والله يحب المحسنين))
Komentar
Posting Komentar