Tangga III

Saat ini, 

Saat matahari enggan untuk terpejam menyendiri,

Terus mendelik mengawasi hati.


Atau nanti, 

Kalau bulan jadi sering menyambangi,

Bermaksud menanyakan kondisi hati.


Setiap nafasku selalu ditunggangi rindu,

Hingga termimpi tidur di pangkuanmu.


Jika bukan kau, 

Pasti hujan yang membangunkanku.


Mengacau rindu yang tertata sejak lama,

Lalu membuat embun berderai tanpa kata-kata.



Di Giza, lagi kangen umi. 

Komentar